"Ya..Aku disini." ucap Lee Seol.
Park Hae Young bertanya, "Apa kau seorang mahasiswa?"
"Ya. Lihat aku, bukankah aku seperti mereka? Matamu pasti rusak." jawa Lee Seol.
"Maukah kau mengerjakan pekerjaan yang akan aku berikan. Pekerjaannya tidak berat, hanya mengelap beberapa meja. Bayarannya.. Bayarannya adalah kuitansi ini dan uang 30 dollar. Bagaimana?"
Lee Seol kembali mendekatkan wajahnya ke arah Park Hae Young, ia menatap curiga. "Apa ini ada kaitannya dengan pacarmu? Oke! Kau hanya harus menunggu disini. Dan aku akan membuat wanitamu itu memanggilmu Hubby dan honey. Okey? Tunggu sini dan jangan kemana-mana." Lee Seol mengambil kuitansi berlian itu. "Kau tidak akan tau apa yang aku lakukan..." ucap Lee Seol sambil pergi meninggalkan Park Hae Young.
Park Hae Young tersenyum sendiri mendengar kalau Oh Yoon Joon akan mengatakan Hubby dan Honey kepadanya.
Benar saja. Park Hae Young menunggu Lee Seol, karena Lee Seol tak kunjung datang ia berkata, "Aku bodoh sekali, harus menunggunya seperti ini." Park Hae Young hendak masuk ke dalam mobilnya. Tapi dari kejauhan Lee Seol memanggilnya.
"Tunggu.. Tunggu.." ucap Lee Seol. "Kau bahkan tidak bisa menunggu selama 3 menit. Kalau seperti itu kau tidak akan bisa memakan mie ramen selama hidupmu." Lee Seol menyerahkan hasil yang ia dapat pada Park Hae Young.
Park Hae Young heran dengan apa yang diterimanya, "Lap?"
"Apa kau bodoh?" ucap Lee Seol dengan nafas yang tidak beraturan, ia sudah berlari sedari tadi agar Park Hae Young tidak menunggu lama.
"Bodoh?" Park Hae Young tertawa mengejek. "Sepertinya kau belum juga mengerti."
"Sudahlah. Kau pasti orang kaya, dan wanitamu itu pasti kaya juga. Kau pikir dengan uang dan membelikan cincin wanita kaya itu akan luluh dan tersentuh? Biasanya ketika seorang wanita diberikan sebuah benda yang tidak ia duga.. Hal itu.." Lee Seol mendramatisir. "Hal itu akan membuatnya sangat tersentuh. Jadi, pergilah dan bersihkan meja-meja itu dengan dirimu sendiri. Dan kau tahu? Tahun depan, aku yakin kau akan merayakan ulang tahu pertama anakmu?"
"Ulang tahun pertama?"
"Ahh.. Sepertinya kau sangat menyukai ide itu. Aigoo.." Lee Seol berkata dengan antusias. "Dan ini adalah miliku." ucapnya seraya menunjukkan kuitansi. "Fighting! Fighting!!" ucapnya lalu pergi meninggalkan Park Hae Young.
Park Hae Young mendapatkan pesan dari Oh Yoon Joo saat itu juga. Isi pesannya.
Kau tidak berpikir kau akan datang ke tempatku dengan membawa lap kan? Karena aku akan berhenti untuk menunggu, aku harus cepat-cepat mengurusi pekerjaan. Sampai bertemu besok dan selamat malam.
Park Hae Young tersenyum, tidak percaya ternyata semua prediksi Lee Seol tentang wanita benar.
Prof. Nam Jung Woo dan Oh Yoo bertemu dan mereka mengobrol satu sama lain. Kemudian Oh Yoon Joo menunjukkan pada prof. Nam Jung Woo sebuah museum yang akan mulai kembali di buka besok. Ruangan itu penuh dengan barang-barang antik dan itu membuat prof. Nam Jung Woo merasa terkesima melihatnya.
Prof. Nam Jung Woo berkata pada Oh YooN Joo. "Sekarang yang harus kita lakukan adalah menemukan cucu dari Soon Joon."
Oh Yoon Joo menjawab "Sangat tidak mungkin bagi kita untuk melakukan hal itu."
"Aku sudah memiliki sumber informasi tentang hal itu. Dan aku akan berusaha untuk sebaik mungkin agar informan itu memberikan informasinya." ucap Prof. Nam Jung Woo seraya tersenyum.
"Besok akan diadakan perayaan."
"Perayaan?"
"Rahasia. Maka dari itu datanglah dan ucapkan selamat padaku." ucap Yoon Joo seraya tersenyum
Oh Yoon Joo menjawab "Sangat tidak mungkin bagi kita untuk melakukan hal itu."
"Aku sudah memiliki sumber informasi tentang hal itu. Dan aku akan berusaha untuk sebaik mungkin agar informan itu memberikan informasinya." ucap Prof. Nam Jung Woo seraya tersenyum.
"Besok akan diadakan perayaan."
"Perayaan?"
"Rahasia. Maka dari itu datanglah dan ucapkan selamat padaku." ucap Yoon Joo seraya tersenyum
.Lee Seol berjalan pulang, karena rumah aslinya berada jauh, jadi ia tinggal menginap dari satu rumah temannya ke rumah temannya yang lain. Kali ini ia pergi ke tempat Dan-kakak Lee Seol, tapi saat hendak masuk, Dan langsung keluar dan mengusir Lee Seol untuk tidak tidur di tempatnya karena ia ingin sendiri.
Lee Seol berkeluh, "Kemana lagi aku pergi." ucapnya seraya duduk di halaman depan.
Akhirnya Lee Seol pergi ke kampusnya, ia menuju ke ruang organisasi, berharap kalau ia dapat tidur di tempat itu. Tapi, saat Lee Seol berjalan di koridor kampus dengan lampu mati, tiba-tiba lampu itu hidup satu persatu. Derap langkah seseorang yang menuju ke arahnya semakin cepat. Ternyata itu adalah prof. Nam Jung Woo.Lee Seol terkejut melihat prof. Nam Jung Woo ada di kampus malam-malam seperti ini.
Akhirnya Lee Seol pergi ke kampusnya, ia menuju ke ruang organisasi, berharap kalau ia dapat tidur di tempat itu. Tapi, saat Lee Seol berjalan di koridor kampus dengan lampu mati, tiba-tiba lampu itu hidup satu persatu. Derap langkah seseorang yang menuju ke arahnya semakin cepat. Ternyata itu adalah prof. Nam Jung Woo.Lee Seol terkejut melihat prof. Nam Jung Woo ada di kampus malam-malam seperti ini.
bersambung dulu y?^-^









Tidak ada komentar:
Posting Komentar